Mulai 1 Juli 2026, pemerintah resmi menerapkan penggunaan biodiesel B50 sebagai bahan bakar diesel nasional. Kebijakan ini menjadi lanjutan dari program B40 yang sebelumnya telah digunakan di berbagai sektor, mulai dari kendaraan niaga hingga alat berat.
Lalu, apakah pengguna truk, bus, atau kendaraan diesel lainnya perlu khawatir?
Bagi kendaraan yang selama ini telah menggunakan B40 secara rutin, perpindahan ke B50 diperkirakan tidak akan menimbulkan perubahan berarti pada performa mesin.
Hal ini karena sistem bahan bakar kendaraan diesel modern telah beradaptasi dengan kandungan biodiesel yang lebih tinggi sejak implementasi B30 hingga B40. Endapan yang sebelumnya berpotensi terlepas akibat sifat biodiesel sebagai pelarut juga sudah jauh berkurang.
Dengan kata lain, pengguna tidak perlu melakukan modifikasi khusus hanya karena mulai menggunakan B50.
Salah satu keuntungan penggunaan B50 adalah emisi gas buang yang lebih rendah, terutama pada kadar karbon monoksida (CO) dan asap hasil pembakaran.
Di sisi lain, kandungan energi pada biodiesel sedikit lebih rendah dibandingkan solar murni. Akibatnya, konsumsi bahan bakar dapat sedikit meningkat. Namun perbedaannya dinilai tidak signifikan selama kendaraan berada dalam kondisi prima dan mendapatkan perawatan sesuai standar.
Masih banyak pemilik kendaraan yang khawatir filter solar harus segera diganti saat pertama kali menggunakan B50.
Padahal, kendaraan yang sebelumnya telah melewati fase penggunaan B30 dan B40 umumnya tidak lagi mengalami pelepasan endapan dalam jumlah besar. Oleh karena itu, penggantian filter tetap dapat mengikuti interval servis yang direkomendasikan oleh pabrikan.
Namun untuk kendaraan dengan usia operasional yang cukup lama, pemeriksaan filter lebih sering tetap disarankan sebagai langkah antisipasi.
Meski tidak memerlukan perlakuan khusus, ada beberapa komponen yang sebaiknya diperiksa secara berkala, terutama seal dan selang berbahan karet.
Biodiesel memiliki karakteristik yang sedikit lebih agresif dibandingkan solar konvensional sehingga pemeriksaan rutin dapat membantu mencegah kebocoran atau penurunan kualitas komponen dalam jangka panjang.
Agar kendaraan tetap bekerja optimal saat menggunakan B50, pemilik armada disarankan untuk:
Melakukan servis berkala sesuai jadwal.
Menjaga kebersihan tangki bahan bakar.
Tidak menyimpan bahan bakar B50 terlalu lama di dalam tangki.
Menggunakan bengkel yang memahami karakteristik biodiesel.
Dengan perawatan yang konsisten, transisi dari B40 ke B50 diperkirakan dapat berjalan tanpa kendala berarti dan tetap mendukung operasional kendaraan diesel secara optimal.
Penerapan B50 juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi emisi dari sektor transportasi tanpa mengorbankan kinerja kendaraan yang telah beradaptasi dengan penggunaan biodiesel.