Truk molen memiliki fungsi penting dalam kegiatan konstruksi di area yang terjal dan ekstrem. Itu alasannya, jika truk molen besar harus menggunakan ban dalam berkualitas tinggi.
Lalu, seperti apa baiknya penggunaan dalam pada truk jenis ini dan apa saja kelebihan, dan kekurangan truk molen besar menggunakan ban dalam. Simak dalam artikel berikut ini!
Mengenal Truk Molen " src="https://mc-group.id/uploads/filemanager/Mengenal%20Truk%20Molen.jpg" style="width:80%" />
Truk molen atau dikenal dengan nama truk mixer beton merupakan kendaraan berat yang digunakan untuk mengangkut campuran beton segar dari batching plant ke lokasi konstruksi.
Truk ini terdiri dari komponen utama, seperti drum pemutar untuk menjaga kondisi beton tetap cair dan segar saat diangkut. Dalam penggunaannya, truk molen besar lebih banyak menggunakan ban dalam (inner tube) daripada jenis tubeless.
Walau jenis ban sudah banyak pilihan, penggunaan ban dalam pada truk ini masih banyak digunakan dalam industri konstruksi Indonesia. Apa alasannya?
Mengenal Truk Molen " src="https://mc-group.id/uploads/filemanager/Alasan%20Truk%20Molen%20Menggunakan%20Ban%20Dalam.jpg" style="width:80%" />
Truk molen digunakan untuk membawa beban berat dan ukuran besar, khususnya cairan beton. Ban dalam pada umumnya dapat menangani tekanan dan beban tinggi, khususnya jika digunakan di area berat atau lokasi konstruksi yang terjal. Ban jenis ini memberikan lapisan tambahan saat membawa tekanan beban besar.
Proyek konstruksi besar berada dalam daerah yang tidak rata dan berbatu. Ban dalam lebih fleksibel dan kuat digunakan di medan seperti ini karena lebih tahan pada benturan keras.
Alasan lainnya adalah ketersediaan. Jenis ban ini lebih mudah ditemukan dan harganya lebih terjangkau daripada ban tubeless. Pemasangan dan perawatannya juga lebih mudah.
Saat ada kerusakan, seperti kebocoran, ban dalam akan lebih mudah diperbaiki walau mungkin tanpa peralatan lengkap atau dikerjakan di bengkel.
Mengenal Truk Molen " src="https://mc-group.id/uploads/filemanager/Kelebihan%20Penggunaan%20Ban%20Dalam.jpg" style="width:80%" />
- Salah satu keunggulan penggunaan ban jenis ini adalah kemudahan dalam perbaikan. Hanya perlu membuka ban luar dan menambal bagian dalam yang bocor.
- Selain itu, harga ban dalam lebih terjangkau daripada sistem ban tubeless. Cocok untuk menghemat biaya untuk perusahaan yang menggunakan jenis truk ini.
- Ketahanan akan beban tinggi lebih besar dengan penggunaan ban dalam, daripada jenis lain, karena memiliki tekanan angin tinggi. Tekanan ini membuat ban dapat menopang beban besar tanpa kerusakan pada ban luar.
Mengenal Truk Molen " src="https://mc-group.id/uploads/filemanager/Kekurangan%20Penggunaan%20Ban%20Dalam.jpg" style="width:80%" />
- Kelemahan pemakaian ban dalam yang paling sering terjadi adalah risiko pecah secara mendadak. Jika terkena benda tajam, ban bisa meledak tiba-tiba, menyebabkan risiko keselamatan bagi pengemudi dan lingkungan sekitar.
- Ban dalam cenderung memiliki suhu tinggi daripada tubeless. Jika digunakan dalam kondisi lama dan perjalanan jauh, suhu ban bisa meningkat dan memperbesar risiko kerusakan.
- Penggunaannya juga membutuhkan perhatian ekstra dan pemeliharaan yang intens, karena ban terdiri dari dua bagian utama yakni luar dan dalam.
- Untuk perjalanan di area jalan raya, ban ini dianggap kurang efisien dan lebih berisiko daripada jenis tubeless yang lebih stabil digunakan dalam kecepatan tinggi.
Penggunaan ban dalam pada truk molen besar masih memiliki tempat penting walau banyak jenis ban lainnya, khususnya karena memiliki kemampuan menangani beban besar dan kondisi medan yang sulit.
Pilihan jenis ban yang digunakan hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan proyek, lokasi operasional, dan strategi pemeliharaan armada secara keseluruhan.
***
MC Group selaku distributor resmi heavy duty trucks Shacman siap membantu dengan produk-produk berkualitas tinggi.
Hubungi kami segera!