Mesin diesel menjadi salah satu bagian krusial dalam industri otomotif, alat berat, hingga kendaraan komersial. Tak hanya memiliki daya tahan terbaik, namun karena dinilai lebih efisiensi dalam penggunaan bahan bakar pada alat dan kendaraan berat.
Akan tetapi, beberapa tahun belakangan ini, sistem bahan bakar diesel berubah, dari sistem konvensional jadi sistem injeksi canggih, seperti Common Rail Turbocharged Direct Injection atau TDI.
Tentu ada perbedaan dari dua jenis ini, termasuk dampak dan performa yang dihasilkan. Mari kita bahas perbedaan mesin diesel common rail TDI dan diesel konvensional.
Mesin Diesel Common Rail TDI vs Diesel Konvensional" src="https://mc-group.id/uploads/filemanager/Mesin%20Diesel%20Common%20Rail%20TDI%20vs%20Mesin%20Diesel%20Konvensional.jpg" style="width:80%" />
Mesin diesel konvensional bekerja dengan sistem injeksi mekanis, dengan bahan bakar yang langsung masuk ke bagian pembakaran melalui pompa injeksi bertekanan tinggi.
Tekanan injeksi sesuai dengan putaran mesin secara mekanis, di mana dihasilkan pompa injeksi yang dihubungkan di tiap silinder. Sistem ini bekerja dengan sederhana pada kendaraan diesel.
- Injektor yang merupakan komponen yang terhubung dengan pompa injeksi dan berguna untuk menyemprotkan bahan bakar dalam ruang bakar.
- Mesin mekanis merupakan komponen yang mengatur waktu dan jumlah penyemprotan bahan bakar di bagian camshaft.
- Pompa di injeksi menjadi bagian pusat dalam penyebaran bahan bakar yang berfungsi menyebarkan bahan bakar dalam silinder.
Mesin Diesel Common Rail TDI vs Diesel Konvensional" src="https://mc-group.id/uploads/filemanager/Mesin%20Diesel%20Common%20Rail%20TDI.jpg" style="width:80%" />
Mesin Common Rail TDI adalah jenis sistem injeksi bahan bakar yang lebih canggih, karena memisahkan bagian tekanan dan proses injeksi. Bahan bakar lebih sedikit digunakan karena disimpan dalam rail tekanan tinggi dalam sekali pompa. Kemudian disalurkan ke ruang bakar oleh injektor.
Sistem ini dipengaruhi oleh desain mesin turbo diesel yakni Turbocharged Direct Injection. TDI terdiri dari fitur turbo charging dengan injeksi langsung ke ruang bakar utama. Penggunaannya memungkinkan kontrol yang sangat presisi terhadap waktu, tekanan, dan jumlah bahan bakar yang diinjeksikan.
- Injektor common rail terdiri dari silinder dengan injektor yang bertugas menyemprotkan bahan bakar dalam ruang bakar.
- ECU sebagai pengontrol elektronik pada mesin common rail sebagai sistem utama yang mempengaruhi dan mengatur kinerja fitur dan sensor untuk injeksi bahan bakar di sekitar mesin.
- Pipa common rail berbahan kuat seperti logam yang bertugas sebagai sistem penyimpan dalam rail.
Mesin Diesel Common Rail TDI vs Diesel Konvensional" src="https://mc-group.id/uploads/filemanager/Mesin%20Diesel%20Common%20Rail%20TDI%20vs%20Mesin%20Diesel%20Konvensional.jpg" style="width:80%" />
Common Rail TDI dapat menghasilkan tenaga dan torsi lebih tinggi dalam sistem injeksinya yang tepat. Hal ini juga mempengaruhi tekanan yang lebih tinggi.
Di sisi lain, diesel konvensional terbatas dalam memberikan tekanan injeksi dan waktu penyemprotan bahan bakar, yang membuat tenaga pembakaran lebih rendah.
TDI lebih efisien dalam hal penggunaan bahan bakar lebih sempurna sehingga lebih hemat. Sementara jenis konvensional, lebih boros bahan bakar.
Common rail TDI dinilai lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi lebih rendah. Sistem kontrol elektronik menjadikan pembakaran lebih bersih dan sesuai standar emisi Euro 4 hingga Euro 6.
Di sisi lain, mesin konvensional menghasilkan emisi tinggi dan kerap menciptakan asap hitam karena pembakaran yang tidak sempurna.
Jenis common rail terdiri dari bagian fitur yang lebih kompleks dan tentu akan membuat perawatan lebih mahal dengan teknisi khusus dan alat khusus.
Sementara untuk diesel konvensional, terdiri dari sistem sederhana, sehingga butuh perbaikan dan perawatan lebih sedikit.
Mesin TDI menggunakan bahan bakar berkualitas, sehingga memiliki daya tahan lebih kuat. Untuk mesin konvensional sering kali lebih tahan pada penggunaan bahan bakar berkualitas rendah.
TDI menawarkan akselerasi lebih halus dan respons mesin yang lebih cepat. Pengemudi merasakan kenyamanan lebih karena getaran mesin lebih minim.
Konvensional sering kali menghasilkan getaran dan suara mesin yang lebih keras, serta respons akselerasi yang lambat.
Mesin common rail TDI sangat cocok untuk kendaraan modern dan truk ringan atau besar, yang bermersial yang beroperasi di wilayah dengan infrastruktur yang memadai. Sementara, mesin diesel konvensional lebih sering digunakan untuk kendaraan berat.
Pemilihan antara mesin diesel Common Rail TDI dan diesel konvensional sangat bergantung pada kebutuhan operasional, lingkungan, dan biayanya. Keduanya memiliki perbedaan dan plus minus dalam penggunaannya.
Jadi, gunakan sesuai kebutuhan Anda dalam setiap kegiatan di dunia industri berat.
Anda bisa mengandalkan MC Group dengan berbagai jenis truk Shacman hingga perawatan suku cadang terbaiknya.
MC Group selaku distributor resmi heavy duty trucks Shacman F3000 dan X3000 siap membantu dengan berbagai produk suku cadang berkualitas tinggi.
Hubungi kami segera!