Jalan dan lalu lintas tentu memiliki aturan untuk menjaga keamanan dan keselamatan pengguna jalan, termasuk lalu lintas di jalan tol Indonesia. Hal ini juga bertujuan untuk mendukung efisiensi transportasi serta meminimalisir pengurangan kecelakaan.
Salah satu pengaturan lalu lintas di jalan tol adalah batas kecepatan kendaraan, termasuk truk. Karakteristik kendaraan berat ini berbeda dari kendaraan umum, dari berat, desain, panjang hingga gerakan manuver.
Batas Kecepatan Umum di Jalan Tol" src="https://mc-group.id/uploads/filemanager/Batas-Kecepatan-Umum-di-Jalan-Tol.jpg" style="width:80%" />
Dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan, kecepatan berkendara di jalan tol diatur dengan teliti dan cermat, seperti :
a. Tol dalam kota
- Kecepatan minimum: 60 km/jam
- Kecepatan maksimum: 80 km/jam
b. Tol luar kota
- Kecepatan minimum : 60 km/jam
- Kecepatan maksimum : 100 km/jam
Dalam praktiknya, aturan pada kecepatan truk di jalan tol sama dengan kendaraan jenis lainnya. Selain aturan dari Permenhub Nomor 111 Tahun 2015, dua perpu lainnya yang mengatur kendaraan di jalan tol adalah aturan PP nomor 15 tahun 2005 tentang Jalan Tol, yang mengatur batas kecepatan, serta PP nomor 79 tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Akan tetapi, aturan ini tidak mutlak untuk jenis kendaraan berat, seperti truk karena jenis kendaraan memiliki batas kecepatan tersendiri, terutama di kawasan tidak stabil, misalnya menanjak atau menurun. Seperti yang diatur dalam PP nomor 79 tahun 2013, yang berisi :
- Frekuensi kecelakaan di lingkungan jalanan.
- Perubahan kondisi lingkungan dan permukaan jalan.
- Usulan masyarakat melalui forum lalu lintas dan angkutan jalan.
Alasan Pengaturan Kecepatan Truk" src="https://mc-group.id/uploads/filemanager/Alasan-Pengaturan-Kecepatan-Truk.jpg" style="width:80%" />
Jarak pengereman truk lebih jauh daripada kendaraan kecil. Semakin tinggi kecepatan, semakin besar energi yang dibutuhkan untuk menghentikan kendaraan. Jika truk harus berhenti mendadak, bisa mengakibatkan risiko terguling atau menabrak kendaraan lain.
Stabilitas sangat dibutuhkan dalam mengendarai truk. Dengan beratnya, truk lebih sulit untuk bermanuver mendadak. Kecepatan yang tinggi akan menyulitkan pengemudi untuk mengendalikan kendaraan.
Truk tentu digunakan untuk membawa muatan berat atau berbahaya. Jika truk mengalami kecelakaan, dampaknya bisa sangat fatal, untuk barang muatan, pengemudi dan pengguna jalan lain.
Beberapa ruas jalan tol, khususnya jalan raya dan jembatan dirancang dengan perhitungan beban maksimum. Kecepatan tinggi dari truk berat bisa menciptakan tekanan berlebih pada struktur jalan.
Sistem-Sistem Pengawasan" src="https://mc-group.id/uploads/filemanager/Sistem-Sistem-di-Pengawasan.jpg" style="width:80%" />
Pihak pemerintah, seperti Kementerian Perhubungan dan pengelola jalan tol seperti Jasa Marga, menerapkan berbagai metode dalam membantu pemantauan kecepatan kendaraan, termasuk truk.
Sistem ETLE atau Electronic Traffic Law Enforcement merupakan sistem tilang elektronik yang diawasi dengan kamera ETLE. Kamera ini dapat mendeteksi jenis kendaraan dan pelanggaran yang dilakukan, termasuk melebihi batas kecepatan.
Speed camera dipasang di berbagai lokasi strategis di jalan tol. Teknologi canggih dengan tambahan sensor pengukur kecepatan juga mendukung pemantauan di jalan tol.
Pelanggaran pada batas kecepatan truk tentu akan diberikan sanksi. Pengemudi truk akan dijerat sesuai dengan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam pasal 287 ayat 5, berisi :
- Denda maksimal Rp500.000
- Terdapat tilang dan pencatatan pelanggaran, seperti pencabutan izin mengemudi.
- Sanksi pidana yakni kurungan maksimal 2 bulan.
- Pemahaman sopir truk yang batas kecepatan yang tidak tepat.
- Mengabaikan aturan agar kegiatan distribusi barang cepat dilakukan.
- Kondisi truk yang sudah lama, sehingga terkadang sistem pengereman dan suspensi sudah tidak berfungsi dengan tepat.
- Kurangnya pengawasan di seluruh ruas jalan tol
Batas kecepatan truk di jalan tol Indonesia dirancang untuk menjamin keselamatan seluruh pengguna jalan. Dengan aturan yang diterapkan dan disesuaikan dengan kendaraan berat, Anda bisa mengoperasikan truk dengan baik dan efektif.
Truk yang melaju sesuai batas kecepatan tidak hanya melindungi muatannya, tetapi juga berkontribusi besar terhadap keselamatan lalu lintas nasional.
***
Butuh truk dan spare part terbaik untuk industri pertambangan?
MC Group selaku distributor resmi heavy duty trucks Shacman siap membantu dengan produk-produk berkualitas tinggi, seperti Dump truck, Lorry truck, Tanker truck, hingga Tractor head X3000 dan F3000.
Hubungi kami segera!