Dalam kegiatan logistik dan konstruksi, pemahaman tentang kapasitas muatan truk menjadi hal yang sangat penting. Kapasitas yang tepat tidak hanya berpengaruh terhadap efisiensi distribusi barang, tetapi juga terhadap keselamatan berkendara serta umur pakai kendaraan.
Faktanya, setiap jenis truk memiliki batas kemampuan angkut yang berbeda. Hal ini tergantung pada desain, kekuatan rangka, serta sistem penggeraknya. Mengetahui hal ini akan membantu operator maupun pengusaha mengatur proses pengiriman agar berjalan lebih aman dan efisien.
Baca Juga: Mengenal Tipe Dump Truck Tambang, Fungsi Hingga Kelebihannya
Kapasitas muatan truk adalah jumlah maksimum beban yang dapat diangkut oleh kendaraan sesuai dengan spesifikasi pabrikan dan regulasi lalu lintas. Biasanya, kapasitas dihitung dalam kilogram (kg) atau ton, dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti jumlah sumbu roda, ukuran bak truk, dan tenaga mesin.
Bagaimana pun, menggunakan truk sesuai kapasitasnya adalah langkah penting untuk menjaga efisiensi dan keamanan operasional. Muatan yang sesuai membantu menghemat bahan bakar, memperpanjang umur komponen kendaraan, serta memastikan ketepatan waktu pengiriman.
Sebaliknya, kelebihan muatan atau overload bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan pengemudi dan pengguna jalan lain. Selain itu, beban berlebih juga dapat mempercepat kerusakan pada komponen penting, seperti suspensi, rem, serta ban.
Berikut beberapa jenis truk yang umum digunakan di Indonesia beserta perkiraan kapasitas angkutnya, antara lain:
Jenis ini termasuk kategori truk ringan yang banyak digunakan untuk distribusi barang skala kecil hingga menengah.
- Colt Diesel Engkel (CDE) memiliki kapasitas sekitar 2 hingga 3 ton.
- Colt Diesel Double (CDD) mampu membawa muatan hingga 5 ton.
Truk ini ideal untuk pengiriman dalam kota atau antarwilayah dengan jarak menengah.
Tractor head digunakan untuk pengangkutan logistik berskala besar. Kapasitasnya berkisar antara 7 hingga 10 ton, tergantung konfigurasi bak dan jumlah sumbu roda.
Jenis truk ini sering dipakai di sektor industri, pertambangan, dan konstruksi karena memiliki tenaga mesin yang kuat dan ruang muat luas.
Tronton memiliki tiga sumbu roda dan bisa membawa muatan antara 15 hingga 20 ton. Jenis truk ini banyak digunakan untuk material berat, seperti besi, pasir, semen, atau bahan bangunan lain yang membutuhkan daya angkut besar
Trailer merupakan jenis truk dengan kapasitas paling besar, biasanya digunakan untuk mengangkut alat berat, kontainer, atau proyek logistik berskala besar. Dengan panjang mencapai 12 meter dan sumbu ganda, trailer mampu menampung muatan hingga 30 ton atau lebih.
Selain tipe truk, ada beberapa faktor yang turut menentukan besar kecilnya kapasitas muatan. Apa saja?
Truk dengan rangka baja tebal dan sistem suspensi kuat dapat menanggung beban lebih besar.
Permukaan jalan yang tidak rata, tanjakan, atau medan berat membuat operator perlu mengurangi muatan agar truk tetap stabil.
Kementerian Perhubungan menetapkan batas maksimal muatan (JBB dan JBI) untuk menjaga keselamatan dan mencegah kerusakan jalan.
Kapasitas muatan truk bukan sekadar angka teknis, tetapi faktor utama yang menentukan efektivitas dan keselamatan dalam dunia logistik maupun konstruksi. Dengan memahami kemampuan masing-masing jenis truk serta mematuhi aturan batas beban, proses distribusi dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan.
***
Butuh truk andalan yang terbukti tangguh beroperasi di medan ekstrem, seperti pertambangan? Mobilindo Cemerlang Group (MC Group) punya solusinya!
MC Group merupakan authorized dealer untuk truk heavy duty truck dari Cina yang terkenal tangguh di medan ekstrem, yaitu Shacman. Selain menyediakan unit, MC Group juga menyuplai spare part original hingga jasa penyuluhan mesin.
Ingat heavy duty truck, ingat MC Group. Klik di Sini untuk terhubung dengan MC Group!